JAKARTA - Wah, biasanya kita mengenal Surabaya itu gudangnya rocker. Tapi kali ini, Sharah Band ingin menjual pop kreatif ala mereka dan sengaja melawan tradisi rocker.
Sharah Band ingin mendobrak agar Kota Pahlawan ini memberikan ruang bagi para musikus pop kreatif. Ya, selama ini Surabaya memang dikenal sebagai gudang rocker, sebut saja seperti Boomerang dan Power Metal."Kadang, Surabaya sudah biasa keluar dengan karakter rock. Ditambah juga bahwa penggemar musik rock dari Surabaya itu memang banyak sekali," ujar punggawa Shara Band, Sarah Fitria Andini, di Jakarta, belum lama ini.
Dengan mengusung self titled, dia mengatakan Sharah Band mengemas musik pop kreatif dengan mengombinasikan nada-nada rock, easy listening, fusion, dan bahkan funk.
"Di Surabaya, band-band yang mencoba membawakan genre pop kreatif itu jarang sekali terdengar. Memang sudah terlalu kental dengan identitas rock. Tapi kami tetap saja mau mencoba untuk jalur pop kreatif ini," ujar cewek kelahiran 17 tahun lalu.
Meski demikian, lanjut Sarah, kombinasi pop kreatif yang dicampur adukkan dengan fusion hingga funk, dipilih sebagai salah satu cara untuk berkompromi dengan pasar musik rock Surabaya.
"Mereka (publik Surabaya) seperti nggak biasa (tidak mendengar musik rock). Telingan mereka biasa cadas atau ngerock. Makanya, kita coba selipin pop rock," katanya.
Sarah dan teman-teman terus mencoba mengaransemen musik-musik yang menurut mereka sulit. Apalagi yang sifatnya agak funk. “Tapi enggak harus aneh-aneh,” imbuh Sarah.
Guna menembus pasar musik Jakarta, Sarah mencoba peruntungan dengan membeli dua lagu dari Dewiq dan Pay, dua musikus yang dikenal sebagai hits makers. Oh Baby, lagu ciptaan keduanya, dijadikan single andalan Sharah Band.
"Kami berpendapat, lagu itu lebih mengena dan diharapkan dapat dicerna seluruh kalangan. Selain itu, menurut saya, judul dan temanya juga mudah diingat," kata Sarah.
Pengalaman dari panggung ke panggung selama setahun, kata Sarah, mereka sudah mendapatkan response positif dari publik Surabaya.








